6 Tahapan Penting Digitalisasi Dokumen: Cara Bisnis Modern Mengelola Arsip dengan Rapi & Efisien

tahapan digitalisasi dokumen

Pernah mengalami momen di mana Anda butuh sebuah dokumen secepatnya, tetapi arsip kertas justru membuat suasana makin panik?
Itulah alasan mengapa ribuan bisnis di Indonesia mulai beralih ke digitalisasi dokumen. Namun, banyak yang belum tahu bahwa digitalisasi bukan sekadar “scan → simpan”. Ada tahapan yang harus dilakukan agar hasilnya rapi, aman, dan mudah dikelola.

Berikut adalah tahap-tahap utama dalam pengelolaan digitalisasi dokumen yang wajib diterapkan oleh perusahaan modern.

workflow digitalisasi perusahaan
workflow digitalisasi perusahaan

1. Identifikasi & Klasifikasi Dokumen

Sebelum memulai proses scanning, Anda perlu menentukan:

  • jenis dokumen (legal, invoice, kontrak, data pelanggan)
  • tingkat kepentingan dan sensitivitas
  • masa retensi dokumen
  • volume dokumen yang akan didigitalisasi

Langkah ini membantu menentukan prioritas dan kebutuhan scanner yang tepat (ADF, duplex, portable, atau flatbed).

2. Persiapan Dokumen Fisik

Dokumen kertas harus dipersiapkan agar proses scanning tidak terganggu:

  • buka staples & klip kertas
  • ratakan lipatan
  • pastikan dokumen bersih dan tidak kusut
  • susun dokumen sesuai urutan

Tahap ini penting agar performa scanner ADF duplex bekerja maksimal tanpa macet.

3. Proses Scanning

tahapan digitalisasi dokumen

Gunakan scanner yang sesuai kebutuhan:

  • ADF Duplex → untuk volume besar
  • Flatbed → untuk dokumen penting atau rusak
  • Portable → untuk mobilitas
  • Scanner KTP → untuk front office dan registrasi

Pastikan pengaturan resolusi, warna, dan ukuran file sesuai standar perusahaan.

4. OCR (Optical Character Recognition) & Editing

Ini adalah tahap yang membuat dokumen digital jadi lebih cerdas.
OCR memungkinkan:

  • teks bisa dicari
  • isi dokumen bisa disalin
  • indexing otomatis
  • pengenalan dokumen berbasis kata kunci

Setelah itu, lakukan pengecekan hasil scan untuk memastikan kualitas sudah optimal.

5. Penyimpanan & Penamaan File

Gunakan metode penamaan file yang konsisten, misalnya:

Tahun_Bulan_JenisDokumen_NamaKlien.pdf

Simak beberapa tips penyimpanan:

  • gunakan folder bertingkat
  • pisahkan dokumen publik dan sensitif
  • simpan di server lokal & cloud
  • atur hak akses untuk keamanan

6. Backup & Pengamanan Dokumen Digital

Dokumen digital harus aman dari kehilangan, kerusakan, atau akses ilegal. Terapkan:

  • backup otomatis berlapis
  • password protection
  • enkripsi dokumen sensitif
  • audit akses secara berkala

Tahap inilah yang membuat digitalisasi benar-benar aman dan dapat diandalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these